
Cloud computing biasa diibaratakan sebagai layanan jaringan listrik. Jika kita membutuhkan listrik, kita tidaklah harus mempunyai pembangkit listrik sendiri, merawat pembangkit itu, mencari tenaga ahli untuk melakukaninstalasi dan sebagainya.
Pada dunia computer hal ini sudah mulai dilakukan. Sebagai contoh, jika dulu untuk membangun suatu system komputerisasi yang harus disiapkan adalah servernya, data center, network, AC, admin, dan lain sebagainya, dengan teknologi ini kita cukup sewa server berikut aplikasinya sekaligus, jadi tinggal pakai kapanpun di manapun selama terhubung koneksi internet.
Layanan bersifat “On Demand”, yang artinya pungguna dapat berlangganan sesuai kebutuhan dan membayar hanya untuk yang mereka gunakan saja.
Kelebihan cloud computing, yaitu :
a) Layanan bersifat elastic/scalable, dimana pengguna bias menambah atau mengurangi jenis serta kapasitas layananyang dia inginkan kapan saja dan system selalu bias mengakomodasi perubahan tersebut.
b) Layanan sepenuhnya dikelola oleh penyedia/provider yang dibutuhkan oleh pengguna hanyalah PC/notebook ditambah koneksi internet.
Perinsip kerja komputer awan :salah satu prinsip kerja teknis cloud computing ialah \Flexibilitas Dalam akses data,artinya kita dapat mengakses data dari mana saja melalui Suatu perangkat Fixed seperti personal komputer atau leptop maupun mobile device dengan Menggunakan Cloud (internet) sebagai sarana penyimpanan data secara online (storage internet),tidak Hanya berupa online storage cloud computing juga memiliki kapabilitas untuk Menyediakan Berbagai macam aplikasi yang langsung dapat digunakan tanpa proses Download dan instlasi Dalam komputer seperti yang bisa kita lakukan dalam aplikasi Konvensional atau contoh Yang paling sederhana ialah yahoo! email atau gmail atau layanan Webmail lainnya. Seseorang user tidak perlu melakukan instalasi software atau hardware Komputer tertentu Dalam komputernya yang perlu dilakukan hanyalah terkoneksi dengan Internet ,dan Membuka aplikasi email tersebut melalui web browser dan dengan mudahnya Dapat Mengirim e-mail.
Berdasarkan jangkauan layanannya Cloud Computing dibagi sebagai berikut :
Public Cloud. Adalah layanan Cloud Computing yang disediakan untuk masyarakat umum. Kita sebagai user tinggal mendaftar ataupun bisa langsung memakai layanan yang ada. Banyak layanan Public Cloud yang gratis, dan ada juga yang perlu membayar untuk bisa menikmati layanan-nya.
Contoh Public Cloud yang gratis: Windows Live Mail, GoogleMail, Facebook, Twitter dsb
Contoh Public Cloud yang berbayar: Office 365, Microsoft Dynamics, Windows Intune, Windows Azure, Amazon EC2, dsb
Keuntungan: Kita tidak perlu investasi dan merawat infrastruktur, platform ataupun aplikasi. Tinggal pakai secara gratis (untuk layanan yg gratis) atau bayar sejauh pemakaian kita (pay as you go).
Kerugian:
Sangat tergantung dengan kualitas layanan internet yang kita pakai, jika koneksi internet mati, kita tidak bisa memakai layanan-nya. Untuk itu kita perlu pikirkan secara matang infrastruktur internet-nya.
Tidak semua penyedia layanan, menjamin keamanan data kita. Untuk itu kita perlu hati-hati untuk memilih provider Public Cloud ini. Pelajari dengan seksama profil dan Service Level Agreement dari penyedia layanan.
Private Cloud. Adalah layanan Cloud Computing, yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan internal dari organisasi/perusahaan. Biasa-nya departemen IT akan berperan sebagai Service Provider (penyedia layanan) dan departemen lain menjadi user (pemakai). Sebagai Service Provider tentu saja Departemen IT harus bertanggung jawab agar layanan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan standar kualitas layanan yang telah ditentukan oleh perusahaan, baik infrastruktur, platform maupun aplikasi yang ada.
Contoh layanan-nya:
SaaS: Sharepoint, Exchange, SQL Server untuk keperluan internal.
PaaS: Sistem Operasi + Web Server + Framework + Database yang disediakan untuk internal
IaaS: Virtual Machine yang bisa di-request sesuai dengan kebutuhan internal
Keuntungan:
Keamanan data terjamin, karena dikelola sendiri
Menghemat bandwith internet ketika layanan itu hanya diakses dari jaringan internal
Proses bisnis tidak tergantung dengan koneksi internet, tapi tetap saja tergantung dengan koneksi internet lokal (intranet).
Kerugian:
Investasi besar, karena kita sendiri yang harus menyiapkan infrastruktur-nya.
Butuh tenaga kerja untuk merawat dan menjamin layanan berjalan dengan baik.
Hybrid Cloud. Adalah gabungan dari layanan Public Cloud dan Private Cloud yang di-implementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini, kita bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses bisnis mana yang harus tetap berjalan di Private Cloud.
Contoh-nya:
Perusahaan A, menyewa layanan dari Windows Azure (Public Cloud) sebagai “rumah” yang dipakai untuk aplikasi yang mereka buat, tapi karena aturan undang-udang yang berlaku, data nasabah dari perusahaan A tidak boleh ditaruh di pihak ketiga, karena perusahaan A taat pada aturan yang ada, maka data dari nasabah tetap disimpan di database mereka sendiri (Private Cloud), dan aplikasi akan melakukan koneksi ke database internal tersebut.Perusahaan B, menyewa layanan dari Office 365 (Public Cloud), karena perusahaan B tersebut sudah punya Active Directory yang berjalan diatas Windows Server mereka (Private Cloud) maka kita bisa konfigurasikan Active Directory tersebut sebagai identity untuk login di Office 365.
Keuntungan: Keamanan data terjamin, karena data bisa dikelola sendiri (hal ini TIDAK berarti bahwa menyimpan data di public cloud tidak aman ya).
Lebih leluasa untuk memilih mana proses bisnis yang harus tetap berjalan di private cloud dan mana proses bisnis yang bisa dipindahkan ke public cloud dengan tetap menjamin integrasi dari kedua-nya.
Kerugian:
Untuk aplikasi yang membutuhkan integrasi antara public cloud dan private cloud, maka infrastruktur internet harus dipikirkan secara matang.
Komentar
Posting Komentar